Seperti halnya pemanis buatan dalam mengkonsumsi pengawet buatan konsumen juga harus tetap memperhatikan ADI (Acceptablr Daily Intake) yakni jumlah yang diperkenankan untuk dikonsumsi setiap hari nya. Konsep ADI didasarkan pada kenyataan bahwa semua bahan kimia yang diggunakan,termasuk pengawet,adalah racun,tetapi tingkat keracunan atau toksisitasnya sangat ditentukan oleh jumlah yang diperlukan untuk menghasilkan sakit ataupun gangguan kesehatan
ADI dinyatakan dalam mg/Kg berat badan jumlah zat kimia yang masuk dalam tubuh setiap harinya bahkan sampai seumur hidup tanpa menimbulkan gangguan pada pemakainya.ADI perlu ditetapkan mengigat ada berbagai jenis bahan tambahan makanan yang dalam dosis tertentu (tinggi) berbahaya bagi kesehatan,sedangkan dalam dosis rendah aman untuk dikonsumsi.lagipula belum ada pengganti untuk bahan ini yang lebih aman dan efektif.sebagai contoh,belerang dioksida merupakan bahan pengawet yang pada dosis tertentu dapat menimbulkan gangguan kesehatan bagi pemakainya,yakni adanya kelukaan pada usus,namun,sangat disayangkan sampai saat ini belum ada pengganti belerang dioksida yang sama efektif nya.untuk itu dalam mengonsumsi belerang dioksida,ADI harus turut diperhatikan.
Berbagai efek penggunaan pengawet sintetis untuk kesehatan diantaranya
asam benzoat dan kalium sorbat serta garamnya (Ca,K dan Na)
Pada januari hingga februari 2007 mengadakan survei penggunaan pengawet natrium benzoat dan kalium sorbat pada produk saus tomat, saus sambal,dan kecap manis yang banyak ditemui di pasar-pasar lokal.survei ini melibatkan beberapa lembaga konsumen disejumlah tempat,antara lain Jakarta, Bandung,semarang,surabaya,medan,batam,dan bali.hasil nya sebagian produk itu ternyata tidak menuliskan komposisi bahan yang diggunakan ,tidak mencantumkan alamat produsen yang memproduksi ,dan tidak menuliskan golongan bahan tambahan pangan (pengawet). Bahkan ada 14 produk yang melebihi batas maksimum penggunaan natrium benzoat.sejumlah produk juga tidak mencantumkan mengandung kalium sorbat dan natrium benzoat,padahal berdasarkan analisa laboratorium kandungan nya positif.oleh karena itu,konsumen harus lebih berhati-hati dalam mengkonsumsi makanan,dan lebih memilih bahan-bahan alami yang aman bagi kesehatan.
ADI dinyatakan dalam mg/Kg berat badan jumlah zat kimia yang masuk dalam tubuh setiap harinya bahkan sampai seumur hidup tanpa menimbulkan gangguan pada pemakainya.ADI perlu ditetapkan mengigat ada berbagai jenis bahan tambahan makanan yang dalam dosis tertentu (tinggi) berbahaya bagi kesehatan,sedangkan dalam dosis rendah aman untuk dikonsumsi.lagipula belum ada pengganti untuk bahan ini yang lebih aman dan efektif.sebagai contoh,belerang dioksida merupakan bahan pengawet yang pada dosis tertentu dapat menimbulkan gangguan kesehatan bagi pemakainya,yakni adanya kelukaan pada usus,namun,sangat disayangkan sampai saat ini belum ada pengganti belerang dioksida yang sama efektif nya.untuk itu dalam mengonsumsi belerang dioksida,ADI harus turut diperhatikan.
Berbagai efek penggunaan pengawet sintetis untuk kesehatan diantaranya
asam benzoat dan kalium sorbat serta garamnya (Ca,K dan Na)
Pada januari hingga februari 2007 mengadakan survei penggunaan pengawet natrium benzoat dan kalium sorbat pada produk saus tomat, saus sambal,dan kecap manis yang banyak ditemui di pasar-pasar lokal.survei ini melibatkan beberapa lembaga konsumen disejumlah tempat,antara lain Jakarta, Bandung,semarang,surabaya,medan,batam,dan bali.hasil nya sebagian produk itu ternyata tidak menuliskan komposisi bahan yang diggunakan ,tidak mencantumkan alamat produsen yang memproduksi ,dan tidak menuliskan golongan bahan tambahan pangan (pengawet). Bahkan ada 14 produk yang melebihi batas maksimum penggunaan natrium benzoat.sejumlah produk juga tidak mencantumkan mengandung kalium sorbat dan natrium benzoat,padahal berdasarkan analisa laboratorium kandungan nya positif.oleh karena itu,konsumen harus lebih berhati-hati dalam mengkonsumsi makanan,dan lebih memilih bahan-bahan alami yang aman bagi kesehatan.
Penggunaan pengawet benzoat dimaksudkan untuk mencegah kapang dan bakteri khusunya pada produk sirup,minuman isotonis,saos,margarin kecap,selai,dan jeli. Penambahan pengawet natrium benzoat dan kalium sorbat pada bahan pangan memang tidak dilarang pemerintah.namun demikian,produsen hendaknya tidak menambahkan dua jenis makanan itu sesuka hati,karena bahan pengawet ini akan berbahaya jika dikonsumsi secara berlebihan.
Dalam tubuh ,asam benzoat tidak akan mengalami penumpukan sehingga cukup aman untuk dikonsumsi. Di AS,benzoat termasuk senyawa kimia pertama yang di izinkan untuk makanan. Senyawa ini digolongkan ke dalam Generally Recognized as Safe (GRAS). Bukti-bukti menunjukan,pengawet ini mempunyai toksisitas sangat rendah terhadap hewan maupun manusia,ini karena hewan dan manusia mempunyai mekanisme detoksifikasi benzoat yang efisien.dilaporkan bahwa pengeluaran senyawa ini antara 66%-75% jika benzoat di konsumsi dalam jumlah besar,sampai saat ini benzoat dipandang tidak mempunyai efek teratogenik (menyebabkan cacat bawaan) jika dikonsumsi melalui mulut , dan juga tidak mempunyai efek karsinogenik.
Meski aman untuk dikonsumsi orang sehat,penderita asma dan orang yang menderita urticaria sangat sensitif terhadap asam benzoat sehingga konsumsi dalam jumlah besar akan mengiritasi lambung.diduga pula zat ini akan dapat mengakibatkan reaksi alergi dan penyakit saraf.selain itu,asosiasi konsumen penang pada 1988 silam telah menyatakan bahwa berdasarkan penelitian badan pangan Dunia (FAO),konsumsi benzoat yang berlebihan pada tikus akan menyebabkan kematian.

Tambahkan Komentar