-->

Halo !!! Saya Kang Ismet, ini adalah blog tentang AMP HTML dan cara penerapannya

Penyalahgunaan formalin


Besarnya manfaat di bidang industri tersebut ternyata disalahgunakan untuk penggunaan pengawetan industri makanan.biasanya hal ini sering ditemukan dalam industri rumahan karena mereka tidak terdaftar  dan tidak dipantau oleh depkes dan balai POM setempat.bahan makanan yang diawetkan dengan formalin biasanya adalah mi basah,tahu,bakso,ikan asin dan beberapa makanan lainya. Sangat dimengerti mengapa formalin sering disalahgunakan .selain harga nya yang sangat murah dan mudah didapatkan,produsen seringkali tidak tahu kalau penggunaan formalin sebagai pengawet makanan tidaklah tepat karena bisa menimbulkan berbagai gangguan  kesehatan bagi konsumen yang memakanya.jangan dikira bahwa ngurangi kadarnya.formalin juga tidak dapat hilang dengan pemanasan.oleh karena bahayanya bagi manusia maka penggunaan formalin dalam makanan tidak dapat ditoleransi dalam jumlah sekecil apapun.
Formalin juga dipakai untuk reaksi kimia yang bisa membentuk ikatan polimer yang dapat menimbulkan warna produk menjadi lebih cerah. Oleh karena itu,formalin juga banyak dipakai dalam produk rumah tangga  seperti piring,gelas dan mangkuk yang berasal dari plastik atau melamin. Bila piring atau gelas tersebut terkena makanan atau makanan panas maka bahan formalin yang terdapat dalam gelas akan larut.dari Penelitian hasil air rebusan yang kemudian di bawa ke laboratorium kimia Universitas indonesia ini, didapatkan hasil bahwa kandungan formalin pada hampir semua produk yang diteliti sangat tinggi,yaitu antara 4,76 hingga 9,22 miligram per liter.barang-barang tersebut bila diggunakan dalan keadaan dingin sebenarnya tidak berbahaya karena formalin di dalamnya tidak akan larut.namun,tidak demikian halnya bila wadah-wadah ini dipakai untuk menaruh bahan makanan panas seperti membuat minuman teh,susu, kopi,atau makanan berkuah panas
Mengapa sampai para pedagang membubuhi formalin pada dagangannya?
Mungkin mereka akan bungkam jika ditanya demikian, namun,jika menilik formalin biasa digunakan untuk mengawetkan mayat,bisa diduga para pedagang ingin agar dagangannya tahan lama.setidaknya,jika barang tidak laku hari ini,ayam atau tahu yang telah diformalin bisa dijual kembali keesokan harinya dan tetap terlihat tegar.
Ini baru formalin pada bahan pangan. Masih ada sederet bahan tambahan atau kimia yang kerap dibubuhkan dalam makanan,seperti rhodamin (pewarna merah),methanyl yellow (pewarna kuning),boraks,kloramfenikol, dietilpilokarbonat,dulsin,dan nitrofurazon.padahal,penggunaan bahan-bahan kimia makanan tersebut sudah dilarang menurut peraturan menteri kesehatan nomor 1168/menkes/PER/X/1999

Contact Form

Name

Email *

Message *